9.12.10

Optimalisasi Fungsi Otak dalam Komunikasi

Kuliah Kapita Selekta kali ini diisi dengan satu topik tentang Optimalisasi Otak dalam Komunikasi. Ada sejumlah bahan yang diminta untuk didapatkan oleh mahasiswa karena mungkin tidak sempat dicatat. Untuk keperluan itulah, maka berikut ini saya sampaikan bahan itu di dalam blog ini agar bisa mudah diakses oleh semua mahasiswa.

Otak adalah organ manusia yang paling vital. Secara sederhana, biasanya otak dibedakan dalam dua belahan (hemisphere) kiri dan kanan. Otak manusia memiliki sedikitnya 1.000.000.000.000 buah sel syarat neuron individual. Tiap neuron itu bisa berinteraksi dengan satu sampai 100.000 neuron lainnya. Berarti sedikitnya dapat terjadi permutasi (membentuk pola-pola berbeda) sebanyak 1.... diikuti 800 angka nol di belakangnya. Dr. Pyotr Anotkhin dari Universitas Moscow bahkan mengklaim 1 dengan 800 nol itu adalah taksiran kasar yang masih terlalu rendah (Tony Buzan, 1974).

Neuron-neuron itu bekerja dalam sistem yang mamu mengadakan kegiatan yang sangat kompleks, seperti kegiatan elektro kimia yang luas, pemrosesan mikrodata yang kuat, dan transmisi yang mulus dan lancar. Setiap neuron itu membentuk seperti super-oktopus dengan badan sel yang dapat mengeluarkan ribuan tentakel. Di antara tentakel-tentakel ini (synaptic gap) terjadi lompatan-lompatan listrik setiap kali ada stimulus dari syarat-syarat otak kita. Stimulus itu berasal dari cerapan inderawi, seperti bau dari indera penciuman, suara dari indera pendengaran, visualisasi dari indera penglihatan, dan seterusnya.



Belahan otak kiri didominasi oleh kegiatan-kegiatan logis-terencana, sementara belahan otak kanan cenderung berkaitan dengan seni (artistik), holistik-emosi. Namun, pembedaan (lihat gambar di atas) adalah sebuah simplifikasi saja karena sebenarnya tidak ada pemilahan yang tegas.

Apabila otak dibedakan lagi secara horisontal, maka singkatnya terdapat empat kuadran otak, yaitu A, B, C, dan D. Bagian otak di bagian depan wajah manusia adalah otak cerebral, sementara bagian belakang adalah otak limbic. Kuadran-kuadran tersebut adalah sebagai berikut:



Kuadran A kerap dipandang sebagai kuadran RATIONAL (berkaitan dengan facts). Kuadran B sebagai SAFEKEEPING (berkaitan dengan form). Kuadran C itu FEELING, dan terakhir kuadran D adalah EXPERIMENTAL (berkaitan dengan futures).

Dalam acara perkuliahan, setiap mahasiswa berkesempatan mengidentifikasi posisi kuadran masing-masing, sekaligus mengetahui cara belajar yang disukai (auditory atau visual). Hasil dari pemosisian tersebut kemudian menunjukkan beberapa kemungkinan saat ada orang-orang yang berada pada kuadran yang sama atau kuadran berbeda saling berkomunikasi (Erneto Verdugo, 1999).

Jika orang-orang yang berada pada kuadran yang sama (same-quadrant: sesama A, sesama B, sesama C, atau sesama D), yang muncul adalah "Free flow..., but can be competitive and tribal."
Jika A dengan B, atau C dengan D (compatible-quadrant), maka yang terjadi adalah: "Supportive, reinforcing..., but sometimes leads to a false sense of understanding."
Jika A dengan D, atau B dengan C (contrasting-quadrant), yang muncul adalah: "Additive, synergetic..., but difference in style can be challenging."
Terakhir, jika A dengan C, dan B dengan D (cross-quadrant), komunikasi akan: "Complementary, but maybe confrontional... Misunderstanding can occur."